Laboratorium Teknik Sipil Unsoed Laksanakan Pelatihan Estimasi Ketidakpastian Pengukuran

[Sel, 21/03/2017] Bertempat di ruang Bugatti Hotel Meotel Purwokerto, Laboratorium Teknik Sipil Unsoed melaksanakan pelatihan estimasi ketidakpastian pengukuran, Selasa-Rabu (21-22/02/2017). Kegiatan diikuti oleh seluruh dosen aktif Jurusan Teknik Sipil Unsoed dengan narasumber Ujang Pramono, S.Si. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber sumber daya manusia terkait dengan perhitungan estimasi ketidakpastian pengujian. Dimana pengukuran dalam tiap komponen pengujian laboratorium sangat dituntut kebenaranya untuk meningkatkan mutu produk karena tingginya daya saing. Oleh karena itu penerapan ISO 17025 merupakan tuntutan utama untuk meningkatkan kompetensi laboratorium uji atau laboratorium kalibrasi. Di antara poin penting dalam ISO 17025 adalah estimasi ketidakpastian dalam pengukuran.

Dekan Fakultas Teknik Unsoed, Nastain, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan estimasi ketidakpastian pengukuran merupakan tindak tindak lanjut dari rencana akreditasi Laboratorium Teknik Sipil Unsoed yang telah diinisiai sejak tiga tahun yang lalu. ‚ÄúLaboratorium Teknik Sipil merupakan laboratorium yang terdepan dalam pengelolaannya di lingkungan Unsoed. Pelatihan estimasi ketidakpastian pengukuran ini menjadikan kita selangkah lebih maju lagi dari rencana akreditasi laboratorium‚ÄĚ ungkapnya. Lebih lanjut Dekan Fakultas Teknik Unsoed menegaskan bahwa hasil pelatihan yang telah dilaksanakan nantinya harus diterapkan dan harapannya menjadi percontohan pada laboratorium lainnya di lingkungan Unsoed.

Pada pelatihan tersebut, narasumber menyampaikan tentang langkah-langkah dalam menentukan estimasi ketidakpastian pengukuran. Dijelaskan bahwa terdapat beberapa jenis kesalahan dalam pengukuran, antara lain kesalahan acak seperti misalnya kesalahan menimbang dan mengukur, serta kesalahan sistematis yang dapat berupa kesalahan alat dan kesalahan pengamatan. Terdapat pula sumber-sumber ketidakpastian seperti pengambilan sampel yang kurang mewakili populasi, homogenitas, dan kalibrasi. Dengan memahaminya maka dapat dilakukan estimasi ketidakpastian pengkuruan yang menjadi penting sehubungan untuk menentukan tingkat validitas/kehandalan hasil ukur, yang selanjutnya akan menentukan kehandalan atau kapabilitas suatu laboratorium pengujian.