Yanuar Haryanto, S.T., M.Eng Paparkan Materi Beton Ringan Serat Limbah Karpet di Gelaran The 3rd International Conference on Building Materials and Construction (ICBMC 2018) di Vietnam

The 3rd International Conference on Building Materials and Construction (ICBMC 2018) yang digelar di Nha Trang, Vietnam, 23-24 Februari 2018, bertujuan untuk mempromosikan kegiatan penelitian dan pengembangan bahan bangunan dan konstruksi. Tujuan lainnya adalah untuk mempromosikan pertukaran informasi ilmiah antara peneliti, pengembang, insinyur, pelajar, dan praktisi dari seluruh dunia. Perkembangan teknologi modern yang pesat membutuhkan dukungan material baru. Material baru bersama dengan teknologi informasi dan energi baru dan terbarukan dikenal sebagai tiga pilar ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Kelahiran material baru akan membawa perkembangan pesat industri dan teknologi terkait. Munculnya material baru dapat meningkatkan kinerja asli material seperti daya tahan, sifat mekanik, kekuatan, konservasi energi, isolasi, tahan air, dan penampilan. Dengan perubahan konsep hidup dan permintaan fungsi bangunan yang beraneka ragam, sebagai elemen konstruksi yang sangat mendasar, bahan bangunan akan menghadapi banyak tantangan.

Yanuar Haryanto, S.T., M.Eng. yang berkesempatan menghadiri gelaran ICBMC 2018 memaparkan materi tentang karakteristik beton ringan dengan bahan tambah serat karpet. Umumnya sifat beton serat tergantung pada karakteristik kekuatan, jenis dan sifat serat yang digunakan dalam campuran beton. Terdapat banyak jenis serat yang tersedia di industri beton, dan masing-masing jenis serat memiliki sifat, keuntungan, dan keterbatasan masing-masing. Pemilihan serat terutama didasarkan pada penerapan beton. “Sebagian besar limbah serat terdiri dari bahan alam dan bahan polimer sintetis seperti kapas, wol, sutra, poliester, nilon, polypropylene. Limbah serat tersebut dikonsumsi dan dibuang dalam jumlah yang besar. Industri karpet adalah salah satu dari yang memproduksi sejumlah besar bahan limbah dan sebagian besar merupakan serat yang mengandung 50%-70% nilon dan 15% -25% polypropylene” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa serat pada beton dapat menjadi jembatan di antara celah-celah dalam matriks beton sehingga memberikan ketahanan terhadap penyebaran dan pelebaran retak sebelum terjadinya keruntuhan. Beberapa jenis serat yang dapat digunakan pada campuran beton antaara lain serat baja, serat kaca, serat alami, serat sintetis (karbon dan polypropylene), dan serat daur ulang (serat karpet, serat dari kaleng minuman ringan, dan serat baja dari ban bekas). Beton yang dihasilkan oleh Yanuar Haryanto, S.T., M.Eng dengan menggunakan agregat ringan buatan dan penambahan serat karpet ini termasuk beton ringan untuk struktur sedang. Kuat tekannya dapat meningkat sampai dengan 14,73% pada penambahan serat karpet 0,46%, sedangkan kuat tarik belahnya dapat meningkat 75,18% pada penambahan serat karpet 0,85%.

Maju Terus Pantang Menyerah!!