{"id":84885,"date":"2023-08-30T00:32:34","date_gmt":"2023-08-30T00:32:34","guid":{"rendered":"http:\/\/sipil.ft.unsoed.ac.id\/?page_id=84885"},"modified":"2023-08-30T00:32:34","modified_gmt":"2023-08-30T00:32:34","slug":"kurikulum-magister","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/sipil.ft.unsoed.ac.id\/index.php\/kurikulum-magister\/","title":{"rendered":"Kurikulum Magister"},"content":{"rendered":"<p>Kurikulum Program Studi Magister Teknik Sipil Fakultas Teknik UNSOED diharapkan<br \/>\nmampu memenuhi harapan dan tantangan nasional maupun global. Kurikulum Program Studi<br \/>\nTeknik Sipil berisi bidang-bidang kajian yang menunjang dalam hal perencanaan, perancangan,<br \/>\npembangunan, pengawasan, dan pembongkaran proyek-proyek infrastruktur publik, yaitu seperti<br \/>\nbandar udara, jembatan, gedung, saluran, bendungan, tempat pembuangan sampah, tanggul,<br \/>\njaringan pipa, jalan, selokan, jaringan kereta bawah tanah, terowongan, dan sistem pasokan air.<br \/>\nDalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir, jumlah anggaran infrastruktur nasional selalu<br \/>\nmeningkat, kecuali pada tahun 2020 yang lebih rendah dibandingkan dengan 3 tahun sebelumnya<br \/>\nkarena dialihkan sebagian untuk penanganan pandemik Covid-19.<br \/>\nPembangunan infrastruktur tersebut merupakan simpul penting pertumbuhan ekonomi,<br \/>\nmendorong investasi yang produktif, terciptanya lapangan kerja, serta pengurangan kemiskinan.<br \/>\nPembangunan infrastruktur yang menghubungkan antar daerah dengan baik, lancar, dan aman,<br \/>\nselain kebijakan fiskal yang mendukung, harapannya adalah masuknya investor. Melalui investasi<br \/>\nyang masuk tentu diharapkan membuka lapangan kerja baru. Hal inilah yang mendasari lompatan<br \/>\ndemi lompatan yang dilakukan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia di bidang infrastruktur.<br \/>\nYang dibutuhkan oleh Indonesia saat ini adalah cepat dan selamat. Cepat dalam mengejar<br \/>\nketertinggalan namun aspek-aspek teknis, ekonomi, lingkungan, kesehatan, dan keamanan harus<br \/>\nselalu dijaga. Untuk mewujudkan hal ini, sumber daya manusia yang handal sangat diperlukan.<br \/>\nKehandalan sumber daya manusia dalam aspek kecepatan menuntaskan pekerjaan bisa dipenuhi<br \/>\njika bidang teknologi informasi dan otomasi bisa dikuasai. Saat ini, kemajuan teknologi sudah<br \/>\nmempengaruhi proses konstruksi, membuka jalan bagi teknik bangunan &#8216;pintar&#8217;. Building<br \/>\nInformation Modeling (BIM) memungkinkan para insinyur membuat model virtual dari desain<br \/>\nmereka. Teknologi drone memungkinkan survei lokasi bangunan dengan mengumpulkan gambar<br \/>\nresolusi tinggi untuk dimasukkan ke dalam sistem fotogrametri.<br \/>\nDi samping aspek teknis yang berkembang, dunia teknik sipil secara global semakin<br \/>\nmenyadari kenyataan menyusutnya sumber daya, keinginan untuk praktik dan desain yang<br \/>\nberkelanjutan, dan kebutuhan akan keadilan sosial dalam konsumsi sumber daya. Desain dan<br \/>\nperancangan infrastruktur sebisa mungkin menggunakan konsep daur ulang, baik dengan bahan<br \/>\ndaur ulang, atau dengan membuat komponen proyek yang dapat didaur ulang di akhir masa<br \/>\npakainya. Proses baru, yang tidak berbahaya bagi lingkungan, harus mulai diterapkan, dan<br \/>\nkonstruksi harus didasarkan pada teknologi hijau dan bangunan pintar (green and smart-building<br \/>\ntechnologies).<\/p>\n<p>Kesempatan dan tantangan pesatnya pembangunan infrastruktur harus diantisipasi oleh<br \/>\npelaku jasa konstruksi dengan meningkatkan kemampuan teknologi dan juga kualifikasi<br \/>\npendidikan dan ketrampilan mereka. Saat ini untuk menjadi seorang team-leader di sebuah<br \/>\nkegiatan perencanaan\/perancangan konstruksi, diperlukan kualifikasi pendidikan minimalsetingkat<br \/>\nS-2 (program magister). Penguasaan ilmu teknik sipil yang semakin berkembang tidak hanya perlu<br \/>\ndikuasai oleh perencana, perancang, pengawas, ataupun pelaksana pekerjaan infrastruktur teknik<br \/>\nsipil saja. Aparatur sipil negara baik di tingkat pemerintah pusat ataupun daerah baik di tingkat<br \/>\nprovinsi, kabupaten\/kota, terutama departemen\/dinas teknis terkait yang bertanggung jawab<br \/>\nmengawal penggunaan uang negara, dituntut untuk menguasai permasalahan yang mungkin timbul<br \/>\nkarena pembangunan infrastruktur di wilayah mereka. Seorang kepala bidang di dinas teknis<br \/>\nterkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum-Penataan Ruang, Dinas Perhubungan, Dinas Sumber Daya<br \/>\nAir, Dinas Bina Marga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Bappeda, sebuah kabupaten,<br \/>\nsaat ini disyaratkan untuk mempunyai kualifikasi pendidikan setingkat program magister (S2).<br \/>\nTren nasional dan global dalam pembangunan infrastruktur memberikan kesempatan dan<br \/>\ntantangan bagi Program Studi Magister Teknik Sipil UNSOED dalam pelaksanaan Pola Ilmiah<br \/>\nPokok (PIP) UNSOED, yaitu pengembangan sumber daya perdesaan dan kearifan lokal<br \/>\nberkelanjutan. Secara umum, bagi para praktisi teknik sipil, tekanan untuk mempelajari semua<br \/>\naspek pekerjaan infrastruktur lebih besar pada wilayah perdesaan karena mereka tidak mungkin<br \/>\nuntuk berspesialisasi dalam satu bidang saja karena bukan hanya aspek teknis, namun aspek<br \/>\nadministrasi dan hubungan masyarakat juga perlu dikuasai. Karena lokasi pekerjaan sering kali<br \/>\nberada di wilayah terpencil, untuk pembiayaan yang efektif, pelaksana pekerjaan infrastruktur di<br \/>\nperdesaan juga harus jeli memanfaatkan sumber daya lokal yang banyak tersedia di perdesaan. Hal<br \/>\nini sesuai dengan salah satu profil lulusan Magister Teknik Sipil Unsoed yaitu menjadi praktisi di<br \/>\nbidang jasa konstruksi yang mempuyai kemampuan manajerial dengan menerapkan aspek teknis,<br \/>\nekonomi, lingkungan, kesehatan, keamanan dan mempertimbangkan kearifan lokal.<br \/>\nAspek mitigasi kebencanaan akibat terbangunnya infrastruktur juga harus menjadi salah satu<br \/>\nperhatian. Sebagai contoh pada proyek pembangunan jalan tol sebagai prasarana penghubung antar<br \/>\nwilayah harus diperhitungkan dampaknya pada wilayah yang dilewati, antara lain perubahan<br \/>\npada karakteristik daerah aliran sungai, topografi bentang alam, dan juga pola transportasi wilayah<br \/>\nyang bersangkutan. Proyek-proyek sumber daya air seperti bendungan, embung, irigasi, yang<br \/>\nbanyak berhubungan langsung dengan wilayah perdesaan yang agraris, harus melibatkan<br \/>\nmasyarakat dan memperhatikan aspek lingkungan. Hal ini semua mendasari didirikannya Program<br \/>\nStudi Magister Teknik Sipil Fakultas Teknik UNSOED untuk berfokus pada pengembangan<br \/>\nsumber daya lokal yang berkelanjutan dan mitigasi kebencanaan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kurikulum Program Studi Magister Teknik Sipil Fakultas Teknik UNSOED diharapkan mampu memenuhi harapan dan tantangan nasional maupun global. Kurikulum Program Studi Teknik Sipil berisi bidang-bidang kajian yang menunjang dalam hal perencanaan, perancangan, pembangunan, pengawasan, dan pembongkaran proyek-proyek infrastruktur publik, yaitu seperti bandar udara, jembatan, gedung, saluran, bendungan, tempat pembuangan sampah, tanggul, jaringan pipa, jalan, selokan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-84885","page","type-page","status-publish","hentry"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"JTS","author_link":"https:\/\/sipil.ft.unsoed.ac.id\/index.php\/author\/kajursipil\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":null,"rttpg_excerpt":"Kurikulum Program Studi Magister Teknik Sipil Fakultas Teknik UNSOED diharapkan mampu memenuhi harapan dan tantangan nasional maupun global. Kurikulum Program Studi Teknik Sipil berisi bidang-bidang kajian yang menunjang dalam hal perencanaan, perancangan, pembangunan, pengawasan, dan pembongkaran proyek-proyek infrastruktur publik, yaitu seperti bandar udara, jembatan, gedung, saluran, bendungan, tempat pembuangan sampah, tanggul, jaringan pipa, jalan, selokan,&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sipil.ft.unsoed.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/84885","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sipil.ft.unsoed.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/sipil.ft.unsoed.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sipil.ft.unsoed.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sipil.ft.unsoed.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=84885"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sipil.ft.unsoed.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/84885\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":84887,"href":"https:\/\/sipil.ft.unsoed.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/84885\/revisions\/84887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sipil.ft.unsoed.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=84885"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}