Rekayasa Geoteknik

Secara geologis, Indonesia terletak diantara tiga lempeng besar dunia yaitu Eurasia, Pasific dan Indo-Australia. Kondisi tersebut membuat Indonesia memiliki potensi kekayaan alam yang melimpah. Akan tetapi di samping potensi kekayaan yang beragam, Indonesia juga rawan terhadap beberapa ancaman bencana. Kondisi topografi Indonesia yang memiliki kontur beragam menyebabkan banyak daerah berpotensi untuk terjadinya tanah longsor. Di samping itu, sebaran jenis tanah softclay memiliki potensi merusak infrastruktur di atasnya. Beberapa tantangan kondisi alam di atas, perlu mendapatkan perhatian serius untuk meminimalkan terjadinya bencana alam.

Sejalan dengan Visi Misi Jurusan, penelitian bidang geoteknik lebih menekankan pemanfaatan sumber daya dan kearifan lokal dalam menyelesaikan permasalahan teknik sipil. Topik-topik penelitian yang menjadi fokus bidang geoteknik adalah mitigasi bencana longsor, rekayasa pondasi, dan pemanfaatan material alternatif pada usaha perbaikan kerusakan jalan.

Penelitian terbaru yang dilakukan di bidang geoteknik adalah sebagai berikut:

  • Identifikasi daerah rawan longsor berbasis stabilitas lereng menggunakan beberapa model geostatistik
  • Efektifitas Geogrid Karet Ban Bekas untuk Perkuatan Tanah Dasar Jalan Raya pada Perubahan Muka Air Tanah
  • Pemanfaatan Karet Ban Bekas sebagai material alternatif pengikat bronjong

Peneliti:
Sumiyanto, ST, MT
Arwan Apriyono, ST, M.Eng